AKSI NYATA TOPIK 5 PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL
Zella Yentri Anisa, S.Pd
Bidang Studi Matematika
PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023
Universitas Riau
Adapun hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses
pembelajaran dengan menerapkan pendekatan scaffolding pada Zone of
Proximal Development (ZPD) peserta didik, yakni saya akan menyegarkan
kembali pemahaman saya tentang hal konsep ZPD dan scaffolding dengan
membaca literatur terbaru dan berkoordinasi dengan rekan sesama mahasiswa untuk
saling berbagi teknik scaffolding inovatif yang berhasil diterapkan di
kelas masing-masing.
Adapun konsep yang saya pelajari pada topik ini adalah
pembelajaran dimulai dengan memahami makna scaffolding sebagai bantuan
sementara dari guru untuk menunjang tahap perkembangan peserta didik, memahami
berbagai macam teknik scaffolding mulai dari bantuan langsung, memberikan
petunjuk, memotivasi, mengajukan pertanyaan penuntun, dan sebagainya. Melakukan
analisis mendalam untuk menentukan kemampuan awal peserta didik dan tantangan
apa yang berada di ZPD mereka sangat diperlukan agar scaffolding yang
diberikan tepat guna.
Adapun hal saya pelajari lebih lanjut pada ruang
kolaborasi mengenai topik ini adalah indikator dan metode evaluasi yang tepat
untuk mengukur efektivitas dan tingkat efisiensi suatu teknik scaffolding
tertentu di dalam kelas, cara terbaik untuk melakukan adaptasi scaffolding
seiring dengan perkembangan kemajuan belajar individual peserta didik dan langkah-langkah
untuk meminimalisir ketergantungan berlebih peserta didik pada bantuan scaffolding.
Ada beberapa hal penting yang dapat dipelajari dari
proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok terkait penerapan scaffolding
pada (ZPD), diantaranya: cara melakukan analisis kebutuhan scaffolding peserta
didik secara cermat berdasarkan data dan pengamatan langsung di lapangan, pemilihan
dan penentuan jenis scaffolding apa yang paling relevan untuk diterapkan
dalam konteks tertentu, langkah implementasi scaffolding yang efektif di
dalam kelas beserta adaptasi yang diperlukan, dan cara melakukan penilaian
untuk mengevaluasi efektivitas scaffolding dalam mendorong peserta didik
mencapai ZPD-nya.
Sejauh ini hal yang sudah saya pahami tentang topik
ini adalah scaffolding merupakan bantuan sementara yang diberikan guru
agar peserta didik dapat menyelesaikan tugas yang berada di ZPD-nya. Bantuan
ini kemudian dihilangkan secara bertahap. Scaffolding dianggap efektif
jika mampu mendorong peserta didik melampaui ZPD dan capaian pembelajaran yang
ditargetkan.
Ada beberapa hal baru yang saya pahami atau yang
berubah terkait pemahaman saya tentang penerapan scaffolding pada Zone
of Proximal Development (ZPD) dalam pembelajaran, yakni: awalnya saya
berpikir scaffolding hanya berupa bantuan penyelesaian tugas oleh guru.
Ternyata ada banyak sekali jenis scaffolding yang bisa diterapkan selain
itu. Tadinya saya kurang yakin apakah repot memberi scaffolding
individual kepada setiap peserta didik. Setelah mempelajari teknik kolaborasi
sebaya, saya jadi lebih optimis bisa melakukannya.
Ada beberapa hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut
terkait topik penerapan scaffolding pada Zone of Proximal Development
(ZPD) dalam pembelajaran, yakni apa strategi terbaik untuk meminimalisir
ketergantungan peserta didik pada scaffolding sembari tetap memastikan
mereka mencapai tingkat perkembangan potensialnya ?
Untuk koneksi antar materi topik ini dapat diakses pada link di berikut https://youtu.be/mnC5mF6rj0U?si=-IKCDNtr4_HIaQY5
Pembelajaran mengenai penerapan scaffolding pada Zone
of Proximal Development (ZPD) memiliki beberapa manfaat bagi kesiapan saya
sebagai guru, yakni: memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai metode
scaffolding sehingga bisa mendesain pembelajaran yang efektif untuk
mendorong peserta didik mencapai tingkat perkembangan potensialnya dan mampu
melakukan asesmen kebutuhan dan ZPD peserta didik secara akurat, sehingga scaffolding
yang saya rancang dan berikan tepat sasaran.
Saya menilai kesiapan saya pada skala 8, alasannya saya sudah siap untuk menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD, namun saya juga perlu mengetahui hasil dari implementasi hal tersebut ketika berada di sekolah PPL-2 nanti. Adapun beberapa hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut, diantaranya: mempelajari kurikulum secara menyeluruh dan analisis topik & KD mana yang memerlukan scaffolding khusus agar sesuai ZPD peserta didik, menyusun bank soal diagnostik dan instrumen asesmen lainnya yang akan digunakan untuk menganalisis kemampuan awal & mendeteksi ZPD peserta didik, berlatih dan mengasah kemampuan untuk memberikan scaffolding secara tanggap dan adaptif mengikuti dinamika kebutuhan belajar peserta didik dan mempersiapkan instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas penerapan scaffolding dilihat dari pencapaian hasil belajar peserta didik.
Comments
Post a Comment